Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2022

FAKTOR-FAKTOR KEMUNDURAN PERADABAN ISLAM DI DUNIA

         Jika diamati dari sisi waktu, perjuangan dan peradaban umat Islam mengalami beberapa fase pasang dan surut. Berdasarkan periodisasi sejarah peradaban Islam menurut Harun Nasution, benih-benih perpecahan dan disintegrasi sudah muncul sejak fase kedua dari periode klasik (1000-1250 M.), meskipun pada masa-itu masih merupakan puncak keemasan peradaban Islam. Peradaban umat Islam kemudian mengalami kemunduran ketika memasuki periode Pertengahan bagian pertama (1250-1500 M), yang dikenal dengan Masa Kemunduran I. Menurut Ibnu Khaldun, faktor-faktor penyebab runtuhnya sebuah peradaban lebih bersifat internal daripada eksternal. Suatu peradaban dapat runtuh karena timbulnya materialisme, yaitu kegemaran penguasa dan masyarakat menerapkan gaya hidup malas yang disertai sikap bermewah-mewah. Sikap  ini tidak hanya negatif tapi juga mendorong tindak korupsi dan dekadensi moral. Lebih jelas Ibnu Khaldun menyatakan: “Tindakan amoral, pelanggaran hukum dan peni...

FAKTOR-FAKTOR KEMAJUAN PERADABAN ISLAM DI DUNIA

  Pada masa keemasannya, peradaban Islam mengalami kemajuan di semua bidang kehidupan. Di bidang sains dan keagamaan misalnya, hampir semua disiplin keilmuan mengalami kemajuan, seperti; filsafat, kedokteran, astronomi,matematika, fisika, kimia, sejarah, geografi, geometri, kesenian, bahasa, sastra,kepustakaan, fiqh, tasawuf, dan bidang lain. Pada setiap disiplin keilmuan tersebut, terlahir banyak pakar. Banyak diantaranya bukan hanya pakar di satu bidang saja, melainkan juga ahli diberbagai bidang keahlian. Para ilmuwan tersebut banyak memberikan sumbangan nyata dalam memelopori kebangkitan dan pencerahan dunia, terutama Eropa dan sekitarnya. Banyak tokoh dan ahli sejarah dari kalangan mereka yang secara jujur mengakui besarnya peran peradaban umat Islam terhadap dunia Barat. Diantara ilmuwan Islam yang dimaksud adalah; Al-Kindi, Al-Farabi, Al-Battani,Ibnu Sina, Ibnu Rusyd, Ibnu Batutah, Jabir Ibnu Hayyan, Umar Khayyam, Ibnu Nafis, dan lain-lain. Para ilmuwan Islam tersebut ...

KETENTUAN WARIS DALAM ISLAM

  Mawaris merupakan serangkaian kejadian mengenai pengalihan pemilikan harta benda dari seorang yang meninggal dunia kepada seseorang yang masih hidup. Ilmu mawaris adalah ilmu yang diberikan status hukum oleh Allah Swt Warisan dalam bahasa Arab disebut al-mīrās merupakan bentuk masdar (infinitif) dari kata wari¡a-yari¡u-irsan- mīrā¡an yang berarti berpindahnya sesuatu dari seseorang kepada orang lain, atau dari suatu kaum kepada kaum lain. لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَالْأَقْرَبُونَ وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَالْأَقْرَبُونَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ أَوْ كَثُرَ ۚ نَصِيبًا مَفْرُوضًا “Bagi orang laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya, dan bagi orang wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bahagian yang telah ditetapkan” ( Q.S. an-Nisa'/4:7)   Ayat-ayat lain tentang mawaris terdapat dalam berbagai surat, seperti dalam Q.S. a...

SALING MENASEHATI DAN BERBUAT BAIK

  Surah Luqman/31:13-14 وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ Allah SWT memperingatkan kepada Rasulullah saw nasihat yang pernah diberikan kepada putranya, waktu ia memberi pelajaran kepada putranya itu. Nasihat itu ialah: "Wahai anakku, janganlah engkau mempersekutukan sesuatu dengan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah itu adalah kelaliman yang sangat besar وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِي   Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orangtuanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu, hanya kepada-Ku lah kembalimu” Hadis “Dari Abu Said al-Khudri ra. berkata: Aku mendengar Rasulullah saw.bersabda: ’Barangsiapa di antara kalia...