FAKTOR-FAKTOR KEMUNDURAN PERADABAN ISLAM DI DUNIA
Jika diamati dari sisi waktu,
perjuangan dan peradaban umat Islam mengalami beberapa fase pasang dan surut.
Berdasarkan periodisasi sejarah peradaban Islam menurut Harun Nasution,
benih-benih perpecahan dan disintegrasi sudah muncul sejak fase kedua dari
periode klasik (1000-1250 M.), meskipun pada masa-itu masih merupakan puncak
keemasan peradaban Islam.
Peradaban umat Islam kemudian
mengalami kemunduran ketika memasuki periode Pertengahan bagian pertama
(1250-1500 M), yang dikenal dengan Masa Kemunduran I.
Menurut Ibnu Khaldun,
faktor-faktor penyebab runtuhnya sebuah peradaban lebih bersifat internal
daripada eksternal. Suatu peradaban dapat runtuh karena timbulnya materialisme,
yaitu kegemaran penguasa dan masyarakat menerapkan gaya hidup malas yang
disertai sikap bermewah-mewah. Sikap ini tidak hanya negatif tapi
juga mendorong tindak korupsi dan dekadensi moral. Lebih jelas Ibnu Khaldun
menyatakan:
“Tindakan
amoral, pelanggaran hukum dan penipuan, demi tujuan mencari nafkah meningkat di
kalangan mereka. Jiwa manusia dikerahkan untuk berfikir dan mengkaji cara-cara
mencari nafkah, dan menggunakan segala bentuk penipuan untuk tujuan tersebut.
Masyarakat lebih suka berbohong, berjudi, menipu, menggelapkan, mencuri,
melanggar sumpah dan memakan riba”.
Tindakan-tindakan amoral di
atas, menunjukkan hilangnya keadilan di masyarakat yang akibatnya merembes
kepada elit penguasa dan sistem politik. Kerusakan moral penguasa dan sistem
politik mengakibatkan berpindahnya Sumber Daya Manusia (SDM) ke negara lain (braindrain)
dan berkurangnya pekerja terampil karena mekanisme rekrutmen yang terganggu.
Semua itu bermuara pada turunnya produktivitas pekerja dan di sisi lain menurunnya
sistem pengembangan ilmu pengertahuan dan ketrampilan.
Intinya, dalam pandangan Ibnu Khaldun, kehancuran suatu peradaban disebabkan oleh hancur dan rusaknya sumber daya manusia, baik secara intelektual maupun moral.
Modul dapat didownload di bawah ini !
Komentar
Posting Komentar